Kamis, 23 Februari 2012

Adab Bertamu ala Rasulullah


Rabu, 22 Pebruari 2012 01:03 WIB

Oleh Ina Salma Febriany

Sungguh indah jika setiap Muslim bersedia menghormati hak-hak sesamanya, baik hak yang bersifat individu maupun kekeluargaan. 

Dengan saling menghormati, maka tiap Muslim akan merasa dirinya ada dalam lingkup yang benar-benar islami. Sebab, Islam membawa ajaran damai. Kedamaian yang semestinya dirasa oleh tiap insan beriman melalui sikap saling menghormati, termasuk adab saat bertamu.

Adab Bertamu ala Rasulullah
Adab bertamu (ilustrasi).

Bertamu, hal yang sepertinya sepele terkadang jarang diperhatikan tata cara maupun adabnya oleh kita yang mengaku beriman pada Allah SWT dan Rasulnya. Adab bertamu sebagaimana yang diajarkan sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW, memiliki beberapa nilai-nilai etika. 

Sebagaimana dikisahkan dalam beberapa hadits yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim. Ketiga adab tersebut di antaranya: 


Pertama, kembali pulang jika telah tiga kali ketuk sang pemilik tak membuka pintu. Seperti pada hadits berikut ini. 

Dari Abu Said Al-Khudriy RA, ia berkata, “Ketika aku di majelis sahabat Anshar tiba-tiba, datang Abu Musa bagaikan orang ketakutan, lalu berkata, 'Aku datang ke rumah Umar dan mengetuk tiga kali, tetapi tidak diizinkan (dibukakan) maka aku kembali (pulang). Tiba-tiba Umar memanggil aku kembali dan bertanya, 'Mengapa engkau kembali?' Jawabku, 'Aku telah mengetuk sebanyak tiga kali, dan tidak engkau bukakan pintu, maka aku kembali, sedang Rasulullah bersabda, 'Jika seorang meminta izin (mengetuk pintu) sampai tiga kali namun tak ada jawaban, hendaklah ia kembali (pulang).' Khalifah Umar tercengang, sebab ia belum mendengar langsung hadits tersebut dari Rasulullah SAW. Umar pun akhirnya turut ke majelis dan mendapatkan kesaksian dari Ubay bin Ka’ab bahwa dialah yang telah mendengar hadits perihal adab bertamu langsung dari Rasulullah.” (HR. Bukhari Muslim)

Mari kita simak petikan hadits tersebut, alurnya adalah Abu Musa yang hendak bertandang ke rumah Khalifah Umar. Ia telah mengetuk pintu hingga tiga kali, namun tak kunjung dibukakan pintu. Abu Musa pun kembali, meski mungkin kabar yang akan disampaikan Abu Musa cukup penting. Namun, karena patuhnya Abu Musa terhadap tuntunan Rasulullah Saw, ia pun kembali. 

Kedua, Tidak menjawab “Aku” saat pemilik rumah bertanya, “Siapa?” Seperti pada hadits Rasulullah SAW dari Jabir. Ia berkata, “Aku datang ke rumah Nabi SAW untuk membayar hutang ayahku, maka aku mengetuk pintu. Lalu Rasulullah SAW bertanya, 'Siapa?' Aku menjawab, “Aku.” Maka Rasulullah bersabda, 'Aku, aku,' seolah-olah Nabi SAW kurang suka dengan jawaban, “Aku.” (HR Bukhari Muslim). 

Ketiga, haramnya melihat (melongok) ke dalam rumah orang lain. Dari Sahl bin Sa’ad As-Saidi, ia berkata, "Ada seorang mengintai dari lubang di pintu rumah Rasulullah SAW sedang di tangan Rasulullah SAW ada sisir besi yang beliau gunakan untuk menggaruk kepala beliau. Ketika beliau mengetahui ada seseorang yang mengintai, beliau bersabda, 'Andaikan aku mengetahui bahwa ia benar-benar telah mengintai, maka akan aku cocokkan besi ini di kedua matanya.” (HR Bukhari Muslim).

Dalam hadits lain yang diriwayatkan Abu Hurairah, bahwa ia pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Andaikan ada orang mengintai rumahmu tanpa izinmu, kemudian engkau melemparnya dengan batu sehingga tercungkil matanya, maka tiada dosa atasmu.” (HR Bukhari Muslim). 

Demikianlah adab bertamu ala teladan sejati kita, Rasulullah SAW. Semoga kita dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, agar terciptalah sikap saling menghargai untuk menghindari fitnah yang mungkin akan terjadi jika kita kurang menjaga adab bertamu, serta menjaga hak-hak sesama manusia.

Rabu, 22 Februari 2012

Tahu Sumedang, Lezat Berkat Air Tampomas


Senin, 9 Januari 2012 | 13:14 WIB


Oleh: Cornelius Helmy
Kompas/Rony Ariyanto Nugroho
Sejumlah pedagang tahu Sumedang menjajakan dagangan mereka di tepi jalan perbatasan Bandung dengan Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Jumat (30/12).
   ”Ngeunah ieu kadaharan teh. Mun dijual pasti payu (Makanan ini enak. Kalau dijual pasti laku).” Itulah ucapan Bupati Sumedang Pangeran Aria Soeriatmadja saat pertama kali mencicipi tahu goreng buatan Ong Kino tahun 1917. 
Puluhan tahun kemudian tahu sumedang menjadi jenis makanan tradisional yang terkenal sekaligus menjadi penyambung hidup masyarakat Sumedang, Jawa Barat.

   Bupati Sumedang (1883-1919) itu adalah pemimpin paling dicintai rakyat yang ilmu agamanya terkenal kuat. Keteladanan itu juga membuat masyarakat yakin, setiap perkataan sang bupati pasti terkabul. ”Saciduh metu, saucap nyata” (sekali meludah berhasil, sekali mengucap jadi kenyataan), kalimat kiasannya dalam bahasa Sunda.

    Salah satu tuahnya turun pada usaha pembuatan tahu di Kabupaten Sumedang. Ia juga dijuluki ”Pangeran Mekkah” karena wafat saat menunaikan ibadah haji di Mekkah pada usia 70 tahun. Ia juga merupakan bupati pendiri sekolah pertanian pertama di Indonesia tahun 1941 dan Bank Prijaji pada 1901.

   Suatu hari, dalam perjalanan menuju tempat peristirahatannya di Situraja, Sumedang, Soeriatmadja mencicipi tahu buatan Ong Kino yang dijual di depan rumahnya di pinggir Jalan Tegal Kalong, Sumedang (kini menjadi Jalan 11 April), sekitar tahun 1917. ”Petuah” itu pun meluncur dari mulutnya.

   Hingga 95 tahun kemudian, doa bupati ke-20 Sumedang itu terbukti langgeng. Diiringi etos kerja tekun dan telaten ala masyarakat Tionghoa, usaha tahu pun berkembang. Tenaga pribumi diajak ikut serta sehingga ilmu tahu tersebar luas. Kini, keahlian membuat tahu menjadi bekal hidup banyak warga Sumedang.

   Dengan kerenyahan, tekstur khas, dan melibatkan ribuan orang Sumedang, tahu menjadi produk khas. Asal berukuran 3 cm x 3 cm atau 2,5 cm x 3 cm, berwarna coklat muda, kulit berintik, renyah, dan gurih, di seluruh Indonesia biasanya dinamai tahu sumedang. Padahal, tidak semua penjual atau cara pembuatannya dilakukan orang Sumedang. 
Kompas/Rony Ariyanto Nugroho
Sejumlah pegawai pabrik tahu Sumedang milik Hj. Ate di Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, menyelesaikan produksi tahu, Jumat (30/12). Selain menlayani pedagang kakilima yang menjual di sepanjang Jalan Rancaekek, produsen tahu Sumedang ini juga melayani pedagang asongan yang menjajakan secara keliling dan di dalam angkutan umum. Makanan yang dikenal sebagai camilan dan oleh-oleh khas ini menjadi salah satu penggerak roda ekonomi masyarakat setempat.
”Cur cor” 
   Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Padjadjaran Nina Herlina Lubis mengatakan, pasca-penghapusan larangan tinggal, sekitar tahun 1856, banyak orang Tionghoa mulai masuk Priangan Timur, termasuk Sumedang. Berdasarkan sensus tahun 1930, jumlah orang Tionghoa di Sumedang 905 jiwa. Bandingkan dengan orang Eropa yang berjumlah 258 jiwa. 

    Celah bisnis dikembangkan perantau Tionghoa, Ong Kino, yang tiba di Sumedang awal abad ke-20. Awalnya, istri Ong Kino membuat tahu guna menuntaskan kegemaran makan suaminya. Perlahan, enaknya tahu mulai dikenal masyarakat Sumedang dan dijual di depan rumahnya. Warga Tionghoa lainnya juga ikut menjual tahu menggunakan merek Palasari dan Ojolali.

    Berada di kaki Gunung Tampomas, Sumedang tidak pernah kekurangan air tanah. Air terus mengalir. Cur cor, kalau kata orang Sunda. Kualitas air Sumedang sangat cocok untuk membuat tahu. Sama seperti kebanyakan daerah penghasil tahu di China Selatan, air di Sumedang berkalsium, membuat tahu kenyal tanpa pengawet.

    Selain anugerah alam, pengelolaan bahan dan cara masak khas Tionghoa juga menjadi kunci selanjutnya. Pemilik Toko Bungkeng, Suryadi, mencontohkan cara membuat tahu jadi padat berisi. Ia mengatakan, awal menggoreng adalah proses penting. Minyak harus benar-benar panas sebelum tahu dimasukkan.

   Cara khusus lain juga dilakukan untuk menghasilkan tahu berkulit berintik. Ia mengatakan, tahu harus dimasukkan dalam keadaan basah. Dulu, untuk menambah kenikmatan, tahu digoreng menggunakan minyak kacang tanah. Akan tetapi, sekarang minyak kacang tanah berkualitas sulit didapatkan.

   ”Nyaris tidak ada rahasia. Selebihnya hanya kedelai yang digiling. Hasil gilingan dikukus menjadi tahu dan dimasukkan ke air garam. Setelah itu tinggal digoreng,” katanya.

    Kebersihan alat dan kontrol gilingan kedelai juga tak kalah penting. Pemilik perusahaan tahu Mirasa Sindang Sari, Hernawan Safari, mengatakan, kebersihan alat penting karena sisa kedelai bisa membuat seluruh adonan baru menjadi asam. ”Mencicipi contoh adonan setiap hari juga harus dilakukan untuk menjaga kualitas dan rasa,” katanya.

Setia 
   Hujan belum juga berhenti mengguyur Sumedang, akhir pekan pada pengujung tahun 2011, saat sekitar 200 tahu di Toko Bungkeng habis terjual dalam waktu seperempat jam. Pembelinya mayoritas warga Sumedang yang sepertinya ingin melewatkan sisa hari yang dingin itu sembari makan tahu ditemani segelas teh manis panas. 

   Darso (56), warga Cipasang, Cibugel, Sumedang, mengatakan hanya membeli tahu buatan asli Sumedang sejak 20 tahun lalu. Kekenyalan dan kerenyahan tahu menjadi pemikatnya. Tahu juga tidak mudah asam dalam satu-dua hari. ”Tahu yang baru selesai digiling dan langsung digoreng adalah yang paling nikmat. Saat hujan, kenikmatannya lebih terasa,” katanya.

   Dedi (57), pelayan di Toko Bungkeng, mengatakan, saat musim libur panjang, 10.000 tahu seharga Rp 400 per tahu terjual per hari. Pembelinya mengular di depan toko dari pagi hingga sore. Wisatawan luar negeri dari Singapura dan Malaysia pun ada di antara mereka.

   ”Kami harus membuat nomor antrean. Bisa sampai seribu nomor per hari,” kata Dedi. Di pinggiran jalan Bandung-Sumedang, Unjang (38) merasakan hal serupa. Saat musim libur, pedagang ini bisa menjual hingga 2.000 tahu per hari. Jumlah itu jauh lebih besar ketimbang produksi pada hari biasa yang sekitar 500 tahu per hari

Selasa, 14 Februari 2012

Sleep Paralysis, Penyakit Ketindihan Saat Tidur (erep-erep)


erep erep (sleep paralysis)

Ghiboo.com - Pernah terbangun dari tidur, tapi sulit bergerak ataupun berteriak? Tenang, Anda tidak sedang diganggu makhluk halus.
Berdasarkan ilmu medis, keadaan itu disebut sleep paralysis atau kelumpuhan tidur. Namun, banyak masyarakat menyebutnya 'erep-erep'. Masyarakat juga selalu mengaitkan kondisi ini karena ulah makhluk halus yang menindih tubuh kita.
Fenomena ini bisa terjadi pada siapa saja. Setidaknya orang akan mengalaminya sekali atau dua kali dalam hidupnya. Namun, Anda tak perlu khawatir, sleep paralysis biasanya tidak berbahaya.
Selama tidur, aktivitas dan otot-otot tubuh menjadi tidak bergerak, sehingga menyebabkan kelumpuhan sementara. Bahkan kadang-kadang kelumpuhan tetap ada setelah orang terbangun. Biasanya, kelumpuhan tidur diikuti dengan halusinasi. Orang yang mengalami kelumpuhan tidur merasa seperti dicekik, dada sesak, badan sulit bergerak dan sulit berteriak.
Ketika seseorang tidur, aktifitas otak mengalami dua hal berbeda, yang disebut tidur aktif atau REM (rapid eye movement) dan tidur non-REM.
Non-REM selama tidur akan menghasilkan gerakkan selagi Anda tidur, seperti berbicara dalam tidur atau berjalan ketika tidur. Sedangkan REM akan mempengaruhi denyut jantung, laju respirasi dan tekanan darah ketika tidur.
Secara psikologis, sleep paralysis berhubungan dengan tidur di tahap REM, dimana setelah mengalami tidur REM, mata terbuka namun paralysis tetap bertahan.
Biasanya hal ini mengakibatkan halusinasi. Sleep paralysis terjadi sekitar 2-3 menit. Setelah otak dan tubuh berhubungan kembali, penderita dapat menggerakkan tubuhnya kembali. Namun, memori dari sensasi yang mengerikan atau mimpi buruk biasanya dapat bertahan lama
Secara fisiologis, penyebab sleep paralysis belum diketahui secara pasti. Sejauh ini, para psikologis memberikan gambaran umum mengenai penyebab terjadinya sleep paralysis, seperti kebiasaan tidur menghadap ke atas, pola tidur tak tentu, stress, dan perubahan mendadak pada lingkungan ataulifestyle.

(Berbagai Sumber)
:: Makanya minum Double Bubble drink sebelum tidur, supaya gak kena erep-erep

Kamis, 26 Januari 2012

Diam-diam, Nasution-Kennedy Bertemu Buka Tabir Agenda Politik RI-AS


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Rencana pertemuan antara Jenderal AH Nasution dengan Presiden Amerika Serikat John F Kennedy (JFK) medio November 1963 mengemuka di sebuah jurnal. Beragam analisis menggambarkan agenda politik antara Indonesia dan negara adidaya untuk membangun kekuatan.
Presiden RI Soekarno bersama Presiden AS ke 35- John F Kennedy dalam suatu kesempatan ketika Soekarno mengunjungi AS untuk menjalin diplomatik.Perbesar Foto
Presiden RI Soekarno bersama Presiden AS ke 35- John F Kennedy dalam suatu kesempatan …

“Jenderal AH Nasution memang menjadi tulang punggung Presiden Soekarno saat itu. Dia berperan untuk meyakinkan JFK agar komunisme dibendung,” ungkap ahli kajian wilayah Amerika dari Universitas Indonesia Retno Sukardan Mamoto, PhD, Rabu (25/1).
Menurutnya wajar jika Nasution-lah yang menemui langsung sang pemimpin karismatik itu sebagai Kepala Satuan Angkatan Darat. Selain sebagai pemangku kekuasaan militer tertinggi, Nasution dikenal sebagai sosok yang anti komunis.
Retno menjelaskan, peranannya menumpas bibit separatis juga terlihat dari keseriusannya menumpas pemberontakan PRRI/Permesta. Melihat kondisi itu, Nasution tak ingin ketenangan Pulau Jawa terusik. Pasalnya, menurut Retno, Nasution melihat bibit ideologi komunis mulai menggejala sejak awal zaman pergerakan pemuda Indonesia.
Nasution juga berusaha menggalang kekuatan di saat Sorkarno mulai terjepit dengan politik Nasakom. “Dialah prajurit terhebat yang anti-komunis dengan rasa nasionalis tinggi,”ucap Retno. 
Sang jenderal mulai menyusun strategi pendekatan ke berbagai pihak, termasuk terhadap AS.
Bentuk militansi terhadap Soekarno ditunjukkan dengan semangat anti-kolonialisme. JFK, dalam penilaian Retno, juga mencari peluang mendekati sekelompok panglima tinggi Angkatan Darat yang tak menganut komunisme. Lantaran dirinya tahu Presiden Soekarno dikenal berideologi tinggi. Sosoknya dikenal sebagai anti-Barat sekaligus menyetujui komunis hanya dari sisi anti-kolonialnya.
Nampaknya orisinalitas pemikiran Soekarno menarik perhatian JFK. Presiden AS ke 35 itu mendukung penuh atas perjuangan RI saat merebut Irian Barat (kini Papua Barat) dari tangan Belanda. Semula JFK amat mendukung posisi Belanda karena AS membutuhkan dukungan Belanda sebagai anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). 
JFK takut, keengganan Belanda untuk meninggalkan Irian Barat akan mengundang perlawanan militer pihak Indonesia yang pada gilirannya dapat melibatkan negara-negara Barat lainnya, termasuk AS. Sementara itu, keterlibatan AS di Irian dikhawatirkan akan merangsang Uni Soviet terlibat pula. 
"Karena itu, setelah mempelajari situasi lebih lanjut, JFK kian condong membela kepentingan RI," pungkas Retno.

Ganyang Malaysia
Di sisi lain dalam soal Malaysia, Retno juga mempunyai kesimpulan tentang pandangan Soekarno. Menurutnya, ketegasan Soekarno soal Malaysia karena Soekarno melihat pembentukan Malaysia merupakan upaya kekuatan lama kolonial (Oldefos) untuk mengeroyok Indonesia. 'Pengeroyokan' itu dipelopori Inggris. 
Kata Retno, semula JFK mati-matian membela Inggris, sekutu dekat AS, tetapi sedikit demi sedikit mulai berusaha memahami posisi Presiden Soekarno.
Sejarawan LIPI, Taufik Abdullah juga mengindikasikan rencana kedatangan Nasution langsung di bawah komando Presiden Soekarno. "Saat itu Soekarno bersiap-siap menyatakan perang," terang Taufik. 
Perang yang dimaksudnya terkait konfrontasi Indonesia terhadap Malaysia dengan jargon Ganyang Malaysia!
Konsekuensi dari ultimatum Soekarno itu, Nasution berusaha mencari kelengkapan senjata perang hingga ke Uni Soviet. “Hal ini yang membuat JFK ketakutan sehingga mendukung penuh Indonesia di Konferensi Middleburg dan Formula Bunker serat mengirim adiknya, Robert Kennedy,”ungkap Taufik. 
Berkat lobi itu, Irian Barat berstatus di bawah kekuasaan PBB, namun dipercayakan pemerintahannya pada Indonesia.
Taufik memastikan, rencana kepergian Nasution ke Gedung Putih semata berusaha mencari senjata. Tapi, secara dukungan politik baik Soekarno maupun Nasution tak mendukung AS. Dibuktikan pula dengan banyaknya tentara lulusan AS yang berjaya di Indonesia, tapi spesifikasi itu tak dipunyai Nasution. Ia tetaplah prajurit dengan nasionalisme membara.
Dugaan adanya rencana pendongkelan kekuatan PKI di tanah air pun belum menguat. “Tak ada hubungannya dengan mendongkel PKI, pusat perhatian TNI saat itu hanya ke Irian Barat. Meskipun hubungan tentara-TNI saat itu sangat buruk,”cetus Taufik

Sumber: http://id.berita.yahoo.com/diam-diam-nasution-kennedy-bertemu-buka-tabir-agenda-041745956.html;_ylt=ArXRE8ttFbWanDK9WV6NMNaIV8d_;_ylu=X3oDMTRiMnZ0b29kBG1pdANUb3BTdG9yeSBJbnRlcm5hc2lvbmFsU0YgRXJvcGFTU0YEcGtnA2Y3M2ViOTBlLThjMjItMzNjYi05YmFiLTBiMjA5Mjc3ZjkyMARwb3MDMQRzZWMDdG9wX3N0b3J5BHZlcgNjNDQwNjk2MC00N2Q0LTExZTEtYmY1NS0xMWM1YjM3YzAwOTA-;_ylg=X3oDMTI3ZXMzZm9qBGludGwDaWQEbGFuZwNpZC1pZARwc3RhaWQDBHBzdGNhdANpbnRlcm5hc2lvbmFsfGVyb3BhBHB0A3NlY3Rpb25zBHRlc3QD;_ylv=3

Lima Modus KKN Polisi Lalu Lintas


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dari penelusuran Indonesia Police Watch (IPW) ada empat modus Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) yang kian ganas dimainkan di Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya pada akhir-akhir ini.
Demikian disampaikan Ketua Presidium IPW, Neta S Pane, dalam siaran pers kepada Tribunnews.com, Selasa (24/1/2012).
Pemberantasan KKN di jajaran lalulintas ini sesuai dengan Surat Perintah Kapolri tanggal 18 Januari 2012, sebagaimana hasil Rapat Pim pinan (Rapim) Polri yang juga dihadiri sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Namun, temuan IPW mencatat lima modus yang kerap dimainkan polisi untuk mengeruk dan berpotensi merugikan negara ratusan miliar. "Ada lima modus KKN di Dirlantas Polda Metro Jaya," ujar Neta.
Pertama, sejumlah pejabat lalulintas di lingkungan Polda Metro Jaya adalah keluarga besar dan menantu jenderal polisi serta orang-orang yang dekat dengan partai politik tertentu.
Kedua, dugaan manipulasi pajak kendaraan bermotor yang dilakukan lewat "tembak KTP".
Untuk sepeda motor yang memperpanjang STNK tanpa KTP dikenai bayaran Rp 200 ribu sampai Rp 250 ribu dan "setor ke dalam" Rp 150 ribu. Mobil dengan harga beli Rp 200 jutaan akan dikenai biaya Rp 500 ribu sampai Rp 750 ribu dan "setor ke dalam" sebesar Rp 250 ribu. Mobil mewah dikenai biaya Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta. Sementara, jumlah sepeda motor di wilayah Polda Metro Jaya mencapai 7,5 juta dan mobil 4,5 juta unit.
Ketiga, modus nomor polisi cantik atau nomor pilihan satu sampai tiga digit dikenai biaya Rp 5 juta sampai Rp 20 juta, nomor istimewa seperti B-666-XX dan B-999-XX biaya yang dikenakan bisa mencapai Rp 10 juta sampai Rp 15 juta, dan biaya untuk permintaan nomor polisi pilihan abal-abal antara Rp 2,5 juta hingga Rp 5 juta.
Keempat, modus nomor rahasia dengan kode QR, SGZ, RFS, dan lain-lain. Harga pajak sebulan antara Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta dan setahun bisa mencapai Rp 10 juta hingga Rp 15 juta. Kelima, modus pungutan liar (pungli) pada proses cek fisik kendaraan. Biaya kertas cek fisik Rp 50 ribu dan persetujuan cek fisik  Rp 100 ribu.
"Padahal, semua pungutan itu tidak ada di Undang-undang Lalulintas," tandasnya.
Untuk itu, IPW mendesak Kapolri Jenderal Timur Pradopo agar serius membersihkan pungli dan korupsi di lingkungannya, khususnya polisi lalulintas. Sebab, polisi sudah mendapat renumerasi dan kenaikan anggaran 1.000 persen selama 10 tahun terakhir. Jadi, sangat tidak adil jika polisi lalu lintas masih melakukan pungli kepada masyarakat.
Selain itu, IPW mengimbau Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan investigasi ke Ditlantas Polda Metro Jaya untuk mencermati dugaan korupsi dan manipulasi pajak kendaraan bermotor yang berpotensi merugikan negara ratusan miliar.
Laporan Abdul Qodir
Sumber:  http://id.berita.yahoo.com/lima-modus-kkn-polisi-lalu-lintas-014108886.html

Selasa, 17 Januari 2012

Liku-liku Mobil Nasional


KOMPAS.com  - Kita patut acungkan jempol. Apresiasi positif perlu diberikan atas kehadiran mobil karya pelajar SMK dari Solo, Jawa Tengah, dengan merek Kiat Esemka itu. Secara jujur semua juga mesti legawa bahwa masih ada yang perlu diperbaiki agar mobil ini bisa dijadikan produk massal. Sebab, produk ini tidak hanya diciptakan kenyamanannya, tetapi juga harus ada rasa aman bagi pengemudi dan penumpangnya.

KOMPAS/SRI REJEKISejumlah warga dan wartawan, Jumat (6/1/2012), melihat-lihat mobil Kiat Esemka yang dipamerkan di halaman depan rumah dinas wali Kota Solo. Tak sedikit yang berfoto di dekat mobil karya anak-anak SMK yang sekarang dipakai Wali Kota Solo dan wakilnya untuk mobil dinasnya.

Bagi Menteri Perindustrian MS Hidayat, menciptakan mobil nasional adalah cita-cita yang harus diwujudkan

SEO Tools